
Usia boleh menua. Penglihatan boleh melemah. Namun cinta kepada Al-Qur'an tak pernah pudar.
Di Sukaluyu, Cianjur, ratusan ibu-ibu dan lansia tetap bersemangat menghadiri pengajian setiap pekan. Meski usia tak lagi muda dan kemampuan melihat semakin berkurang, mereka tetap datang dengan satu tujuan yang sama: belajar dan mengaji Al-Qur'an.

Pengajian yang baru berjalan sekitar satu tahun ini menjadi tempat belajar yang sangat berarti bagi mereka. Di sinilah para lansia berusaha memperbaiki bacaan, mempelajari ayat-ayat Allah, dan mengisi masa tua dengan ibadah.
Ketersediaan Al-Qur'an di lokasi pengajian sangat terbatas. Mushaf yang tersedia hanya berukuran standar dan harus digunakan secara bergantian oleh para peserta.
Bagi para lansia, membaca huruf-huruf kecil bukanlah perkara mudah. Banyak di antara mereka harus menyipitkan mata, mendekatkan wajah ke halaman mushaf, bahkan menghentikan bacaan karena penglihatan yang mulai kabur.

Kalau pakai Qur'an kecil harus dibantu pakai kacamata supaya terlihat jelas. Itu pun kadang membuat pusing saat membaca, ujar salah seorang peserta pengajian.
Saat ini sekitar 150 lansia rutin mengikuti kegiatan pengajian. Namun jumlah pengajar yang tersedia hanya tiga orang sehingga proses belajar masih sangat terbatas dan baru dapat dilaksanakan seminggu sekali.
Mereka ingin memiliki Al-Qur'an dengan tulisan yang lebih besar agar dapat membaca ayat demi ayat dengan lebih jelas, lebih nyaman, dan lebih mudah dipahami tanpa harus menahan rasa pusing atau kesulitan melihat.

Melalui program Tebar Al-Qur'an Jumbo untuk Lansia, Lazismu mengajak #OrangBaik untuk menghadirkan mushaf Al-Qur'an bertulisan besar bagi para lansia dhuafa yang memiliki keterbatasan penglihatan.
InsyaAllah, setiap mushaf yang diberikan akan menjadi jalan bagi mereka untuk terus membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an hingga akhir hayat.
Mari tebarkan Al-Qur'an jumbo untuk para lansia.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik