Dari Dari Sa'ad bin Ubadah radhiyallahu 'anhu, beliau bertanya:
"Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama?" Rasulullah ﷺ menjawab, "Memberikan air." (HR. Abu Dawud No. 1679, dinilai hasan oleh Al-Albani)
54 keluarga di Dusun Ciputik harus bertahan dengan air keruh dari sawah untuk kebutuhan sehari-hari.
Setiap hari nya mereka harus berjuang mencari air untuk minum, memasak, mandi, mencuci, hingga berwudhu. Karena tidak memiliki akses air bersih, mereka terpaksa memanfaatkan sisa air yang mengalir di area persawahan. Air yang keruh itu mereka tampung, kemudian disaring secara sederhana agar bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Padahal, air tersebut tidak layak dikonsumsi dan berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Apabila ingin mendapatkan air yang bersih, warga harus berjalan sekitar 3 kilometer menuju sumber mata air di pegunungan. Perjalanan itu tidaklah mudah. Mereka harus melewati jalan setapak yang menanjak, bebatuan, dan hutan dengan medan yang cukup terjal.

Yang lebih memprihatinkan, sebagian besar warga yang tinggal di dusun ini sudah berusia lanjut. Tenaga mereka tak lagi kuat untuk berjalan jauh sambil membawa puluhan liter air. Akibatnya, mereka terpaksa kembali mengandalkan air sawah yang keruh demi memenuhi kebutuhan hidup setiap hari.
Mayoritas warga bekerja sebagai buruh harian dan petani dengan penghasilan yang terbatas. Membeli air bersih setiap hari bukanlah pilihan yang mampu mereka lakukan, sementara kebutuhan air setiap keluarga dapat mencapai lebih dari 200 liter per hari.

Harapan warga sangat sederhana, yaitu membangun jaringan pipanisasi dan bak penampung air sehingga air dari mata air pegunungan dapat mengalir ke rumah-rumah warga dan masjid. Untuk mewujudkannya dibutuhkan sekitar 800 batang pipa sebagai jalur distribusi air bersih.
Mari bersama Lazismu menjadi bagian dari kebaikan ini untuk mewujdukan akses Air Bersih yang dapat memberikan manfaat yang akan terus dirasakan dalam jangka panjang.
Salurkan sedekah terbaik Anda hari ini. Semoga setiap tetes air yang mengalir menjadi pahala jariyah yang terus mengalir untuk kita, di dunia maupun di akhirat.